For Your Information

Let's make our world a better place.

10 Fenomena Aneh Pikiran Manusia

Pikiran adalah sesuatu yang luar biasa – sangat banyak bagian yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Ilmu pengetahuan dapat menjelaskan fenomena aneh, tapi tak dapat memberitahu asalnya. Kebanyakan dari kita mengenali satu atau dua fenomena itu dalam daftar ini, tetapi banyak yang belum kita ketahui yang sebenarnya sudah pernah kita alami. Inilah daftar sepuluh fenomena aneh pikiran teratas.

“Kita semua pernah mengalami perasaan tertentu yang datang pada diri kita, apa yang kita katakan dan lakukan pernah dikatakan dan dilakukan sebelumnya, di suatu waktu – kita dikelilingi oleh wajah, benda, dan situasi yang sama – sehingga kita tahu apa yang akan dikatakan selanjutnya, karena tiba-tiba kita mengingatnya!” – Charles Dickens

1. Déjà vu

“Sepertinya aku pernah mengalami ini.”

Déjà vu adalah pengalaman pernah mengalami atau melihat sebuah keadaan sebelumnya – Anda merasa peristiwa tersebut pernah terjadi atau terulang kembali. Pengalaman ini biasa diikuti oleh perasaan mengenal yang kuat dan perasaan keterkejutan atau keanehan. Pengalaman “sebelumnya” ini biasa dianggap pernah terjadi dalam mimpi, namun terkadang ada perasaan bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi di masa lalu.

2. Déjà vécu

“Tunggu dulu, kursi di situ, dia berjalan ke kiri… Ya! Aku pasti mengalami déjà vu! Selanjutnya pasti…”

Déjà vécu (diucapkan ve-ku) adalah pengalaman ketika seseorang berpikir bahwa mereka mengalami deja vu. Déjà vu adalah perasaan pernah melihat sesuatu sebelumnya, sementara déjà vécu adalah pengalaman pernah melihat sesuatu sebelumnya, tapi sangat mendetil – seperti mengenali bau dan suara. Ini juga diikuti dengan perasaan yang kuat bahwa mereka tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya juga pernah mengalami ini, terkadang saya memberitahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada orang-orang sekitar, dan ternyata benar. Inilah sensasi yang sangat aneh dan tak dapat dijelaskan.

3. Déjà visité

“Sepertinya aku kenal tempat ini.”

Déjà visité adalah pengalaman yang kurang umum dan merupakan peristiwa ketika seseorang mengetahui seluk beluk sebuah tempat yang baru dikunjunginya. Misalnya, Anda tahu bermacam jalan di sebuah kota baru meskipun tak pernah ke sana, dan tahu bahwa mustahil bagi Anda mengetahuinya. Déjà visité adalah hubungan spasial dan geografi, sementara déjà vécu adalah kejadian sementara. Nathaniel Hawthorne menulis mengenai pengalaman ini dalam bukunya “Our Old Home”, yang bercerita ketika ia mengunjungi sebuah reruntuhan kastil dan sangat mengetahui seluk beluknya. Ia kemudian mampu membenarkan pengalamannya tersebut setelah membaca puisi karya Alexander Pope yang bercerita tentang kastil ini secara akurat.

4. Déjà senti

“Oh ya ya… Hmm… Benar juga… … … Tunggu dulu, barusan aku bicara apa ya?”

Déjà senti adalah fenomena “telah melakukan” sesuatu. Secara eksklusif, ini merupakan fenomena mental dan jarang tersimpan di memori Anda kemudian. Menurut seseorang yang pernah mengalaminya: “Sesuatu yang menarik perhatian adalah sesuatu yang telah menariknya sebelumnya, dan itu dikenali, tapi terlupakan sementara, dan dibuka kembali melalui perasaan puas bahwa itu telah dilakukan. Pembukaan ini selalu diawali melalui suara orang lain, atau melalui perkataan, atau melalui apa yang aku baca dan kita katakan; dan aku pikir bahwa selama keadaan abnormal itu aku mengeluarkan berbagai kata-kata sederhana seperti ‘Oh ya—aku tahu’, ‘Oh ya—aku ingat’, dll., tapi satu menit atau dua menit kemudian, aku dapat membuka kembali kata-kata yang tidak terucap yang mengakibatkan pembukaan ini. Aku hanya tahu bahwa mereka merangkai kembali apa yang aku rasakan sebelum mengalami kondisi abnormal sejenis.”

Intinya: Anda berpikir bahwa Anda telah mengucapkan sesuatu, tapi sebenarnya tidak mengucapkan apa-apa.

5. Jamais vu

“Pintu, pintu, pintu, pintu, pintu, pintu, pintu, pintu, pintu, pintu, pintu, pintu… Apa itu pintu? Pintu itu bahasa apa sih?”

Jamais vu (tak pernah terlihat) adalah situasi yang dikenali tapi tak dikenali. Biasanya dianggap sebagai kebalikan déjà vu dan melibatkan perasaan agak aneh. Orang yang mengalaminya tidak mengenali situasi ini meskipun tahu bahwa mereka pernah berada di sana sebelumnya. Hal ini bisa dijelaskan ketika seseorang dalam sementara tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang mereka tahu. Chris Moulin dari Leeds University, meminta 92 peserta menuliskan “pintu” 30 kali dalam 60 detik. Ia melaporkan bahwa 68 persen “kelinci percobaannya” memperlihatkan tanda-tanda jamais vu, seperti mulai meragukan bahwa “pintu” adalah kata yang pernah ada. Ia menyimpulkan bahwa jamais vu adalah akibat dari kelelahan otak.

6. Presque vu

“Sebentar, tampaknya aku tahu jawabannya, itu… itu… aduh… apa ya? Aku tahu, tapi tak bisa diungkapkan… Ya ampun… apa ya?”

Presque vu sama dengan sensasi “di ujung lidah” (tip of the tongue) – ini perasaan yang kuat bahwa Anda akan mengalami sebuah epifani – meskipun epifani jarang muncul. Sebutan “presque vu” berarti “hampir terlihat”. Sensasi presque vu dapat sangat membingungkan dan mengganggu.

7. L’esprit de l’escalier

“Wah, kok tidak terpikirkan ya? Seharusnya aku katakan itu tadi.”

L’esprit de l’escalier (stairway wit) adalah perasaan memikirkan jawaban yang cerdas tapi terlambat. Sebutan ini bisa digunakan untuk menjelaskan balasan terhadap ejekan, atau perkataan cerdas yang muncul di pikiran tapi terlambat digunakan—ketika seseorang berada di “tangga” meninggalkan adegan itu. Kata treppenwitz dalam bahasa Jerman digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang sama. Kata yang cocok untuk menggambarkan situasi ini adalah “baik setelah terjadi”. Fenomena ini biasa diikuti oleh perasaan menyesal karena tidak memikirkannya ketika sangat dibutuhkan.

8. Delusi Capgras

“Hmm, dia bukan adikku. Adikku tidak seperti itu.”

Delusi Capgras adalah fenomena ketika seseorang percaya bahwa teman dekat atau anggota keluarga telah diganti oleh seseorang yang identik. Ini bisa dikairkan dengan kepercayaan lama bahwa bayi diculik dan digantikan dengan pengganti dalam cerita Abad Pertengahan, juga cerita modern ketika alien menggantikan orang-orang untuk tinggal bersama kita karena alasan yang tak diketahui. Delusi ini umum pada orang penderita schizoprenia tapi dapat terjadi pada penderita penyakit lain.

9. Delusi Fregoli

“Tolong jangan sakiti aku! Jangan mendekat! Jangan mendekat!”


Delusi Fregoli adalah fenomena otak yang jarang terjadi ketika seseorang percaya bahwa orang-orang yang berbeda dianggap sama karena alasan tertentu. Biasanya dikaitkan dengan paranoia dan kepercayaan bahwa seseorang mencoba menyiksa mereka. Kondisi ini dinamai setelah aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal karena kemampuannya membuat perubahan cepat ketika berakting di panggung. Pertama dilaporkan tahun 1927 dalam kasus wanita berusia 27 tahun yang percaya ia disiksa oleh dua aktor yang sering ia lihat di teater. Ia percaya bahwa orang-orang tersebut “membujuknya, dan membentuk seseorang yang ia kenal atau temui”.

10. Prosopagnosia

“Siapa namamu? Kok aku lupa ya? Aduh… siapa? Oh ya, aku ingat!”

Prosopagnosia adalah fenomena ketika seseorang tidak mampu mengenali wajah orang atau benda yang seharusnya mereka ketahui. Orang yang mengalami keanehan ini biasanya mampu menggunakan cara lain untuk mengenali orang – seperti parfum, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan cara berjalan mereka. Kasus klasik keanehan ini muncul dalam buku tahun 1998 (dan Opera oleh Michael Nyman) berjudul “The man who mistook his wife for a hat” (Pria yang salah menganggap istrinya sebagai topi).

Sumber: listverse.com – Top 10 Strange Phenomenon of the Mind dengan perubahan

About these ads

15 November 2009 - Posted by | Kesehatan, Unik | , ,

16 Komentar »

  1. wah
    no 5 tu sering banget terjadi ma ane
    nice info bang….
    kalo ada yang laen
    terbitin terus yaaa…..

    Komentar oleh anakklas24 | 13 Desember 2009 | Balas

  2. Waah..
    FARRAS! Aq salut, senang, dan lega kw posting hal semacam ne, karna rata2 kualami, dan bikin bingung sendiri…

    Yg kualami no. :
    1 deja vu
    2 deja vecu
    4 deja senti
    5 jamais vu
    6 presque vu
    7 l’esprit de l’escalier
    9 delusi fregoli
    10 prosopagnosia

    favorit(sering terjadi) 1, 7, 5

    Komentar oleh Zufar | 13 Desember 2009 | Balas

  3. bawi sering mengalami
    deja vu
    deja senti
    jamais vu
    bawi kira yg ngalamin ini semua cuma ane :P
    legaa

    Komentar oleh bawii | 13 Desember 2009 | Balas

    • haha, pasti ada orang lain juga lah
      70% penduduk dunia pernah merasakan deja vu (survei)

      Komentar oleh Farras Octara | 13 Desember 2009 | Balas

  4. Info good nh… Q jg srng bingung ndiri klo ngerasa suatu kejadian pernh trjadi… N tman2 q bnyak jg yg kya gni tpi kdang angapx kyakx dlm mimpi dh…. Abiz g biza d bedain lge mana mimpi apa knyataan… Hehehe

    Komentar oleh Maek...Sss | 13 Desember 2009 | Balas

    • saya juga suka ragu, ini mimpi atau kenyataan ya? hehehe

      Komentar oleh Farras Octara | 13 Desember 2009 | Balas

  5. kalau trus dikembangkan yang no 1 , bisa jadi paranormal ^^

    Komentar oleh febry | 13 Desember 2009 | Balas

  6. Hhaha kren2 far artikelny
    Aq apa ya? Kykny jamais vu ama presque vu hho
    never vu & almost vu lol

    Komentar oleh Merubinsu | 19 Desember 2009 | Balas

    • sejak kapan ada never vu & almost vu? LOL

      Komentar oleh Farras Octara | 27 Desember 2009 | Balas

  7. yee kn itu englishny lol

    Komentar oleh Merubinsu | 27 Desember 2009 | Balas

  8. waduh…infonya keren-2 nih…mohon ijin “ctr a” ‘n “ctr v”
    mudah2an bisa disharing lebih banyak lagi ke yang lain….makasih bos

    Komentar oleh dejavu1505 | 4 Maret 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: