For Your Information

Let's make our world a better place.

Kebohongan Holocaust (2)

Holocaust dikenal sebagai peristiwa yang melibatkan pembantaian besar-besaran orang Yahudi, Gipsi, Roma, dan ras-ras lain yang dianggap rendah oleh Nazi Jerman. Beberapa klaim mengatakan orang Yahudi yang dibantai selama peristiwa Holocaust mencapai 6 juta jiwa. Namun benarkah klaim itu? Berikut saya paparkan apa saja yang sebenarnya terjadi menurut beberapa saksi mata selama Holocaust berlangsung.

Kebohongan Angka Enam Juta

Buku tahunan Yahudi Amerika Serikat, nomor 5702 (22 September 194111 September 1942), setelah perluasan besar-besaran Nazi ke Rusia, menyatakan bahwa jumlah orang Yahudi di negara-negara Eropa di dalam kendali Jerman pada tahun 1941 mencapai 3 juta 11 ribu jiwa (3,011,722), jumlah tersebut meliputi orang-orang Yahudi yang menetap di Jerman.

Buku ini lebih mendukung klaim-klaim Yahudi, yaitu korban mencapai 6 juta jiwa.

Jadi bagaimana mungkin 6 juta orang Yahudi dibunuh sementara jumlah penduduk Yahudi hanya berjumlah 3 juta jiwa saja?

Sejarawan Leon Bolikov dalam bukunya The Prayers of Repugnance (diterbitkan tahun 1947) menegaskan menurut Raul Hillberg, penulis The Annihilation of European Jews (edisi bahasa Inggris tahun 1985, halaman 895) bahwa korban orang Yahudi di kamp-kamp Jerman hanya berjumlah 1,000,250 jiwa “saja”.

Dalam buku Far and Wide, Douglas Reed (reporter Britania Raya yang sering melaporkan berita mengenai Perang Dunia II), menggunakan sensus orang Yahudi di dunia tahun 1938 (laporan terakhir dari organisasi ini sebelum Perang Dunia) dari Liga Bangsa-Bangsa. Kemudian, ia membandingkannya dengan sensus pertama orang Yahudi setelah perang pada tahun 1947 yang dikeluarkan PBB. Apa yang ia peroleh sungguh mengejutkan!

Perbandingannya menunjukkan bahwa jumlah orang Yahudi setelah perang (19391945) tetap sama jumlahnya, kira-kira 11 juta jiwa tanpa perubahan. Douglas Reed (pendukung cerita Holocaust) memeperkirakan bahwa bila Holocaust Nazi pernah terjadi, jumlah korban yang diakibatkan olehnya takkan melebihi 300,000 hingga 400,000 jiwa (kenaikan tersebut merupakan kenaikan standar populasi yang mungkin terjadi terhadap populasi Yahudi dalam kurun 7 hingga 8 tahun).

Meskipun Reed membahas semua isu-isu penting pada masa itu di bukunya, namun penulisannya yang blak-blakan mengenai intrik dan pengaruh zionisme membawanya pada masalah. Dalam bukunya Somewhere South of Suez (London: 1950), ia menulis:

“Selama periode tersebut sampai sekarang, tidak mungkin dengan bebas melaporkan ataupun mendiskusikan masalah vital ketiga: Nasionalisme Zionis. Dalam dunia pers hal ini telah menjadi sebuah pemikiran yang keliru selama dua dekade terakhir ini… Ketika saya mengunjungi Amerika saya menemukan bahwa larangan ini, seperti praktiknya, bahkan lebih kuat daripada negara saya… Dalam pemakaian kata sehari-hari, tidak ada suratkabar Amerika maupun Britania, yang berani mencetak sebaris berita pun yang mengomentari hal tak menguntungkan dari ambizi zionis… Kesimpulan yang dapat saya tarik sangat sederhana: Kaum Nasionalis Zionis cukup berkuasa untuk memerintah pemerintahan di negara besar sisa negara Barat!”

Douglas Reed

Dalam bukunya Far and Wide (London: Jonathan Cape, 1951), Reed memberikan pandangan yang ragu-ragu mengenai klaim zionis Yahudi yang mengatakan bahwa jumlah korban perang yang merupakan Yahudi mencapai 6 juta jiwa. Ia menulis:

“Selama Perang Dunia II saya menyadari bahwa populasi Yahudi berkurang, di tempat-tempat dimana perang membuat pembuktian menjadi tidak mungkin, dimana angka melambung tinggi tanpa dapat dipertanggungjawabkan, dan begitu disebutkan di dalam sebuah buku. Proses ini berlanjut terus hingga akhir perang ketika angka 6 juta jiwa Yahudi yang tewas muncul (dan orang-orang Arab langsung dihukum). Perkiraan yang secara transparan tidak berharga dan tidak hanya digunakan sebagai delusi massa, namun juga diberikan status sah!”

“…Tak ada bukti yang dapat diberikan untuk membuktikan 6 juta jiwa Yahudi ‘tewas’; bukti hanya mengemukakan bahwa banyak yang tidak tewas… Kaidah-kaidah matematika tertentu menyatakan bahwa pada pembantaian dengan skala seperti itu; Anda akan memerlukan para pengikut, narapidana, penjara, kamp, transportasi, dan eksekutor dengan jumlah yang tidak bisa dibayangkan…”

“Pada saat segala hal tak dapat dibuktikan kebenarannya, satu hal menjadi sangat jelas: bahwa 6 juta orang Yahudi tidak pernah ada di daerah-daerah dudukan Jerman… tapi pernyataan besar-besaran tentang tewasnya 6 juta orang Yahudi ini digunakan oleh para politikus di jabatan tertinggi, dengan prosekutor di Nuremberg, dan secara kontan oleh suratkabar yang akan mencetak pernyataan yang tidak dapat dibuktikan!”

Angka enam juta jiwa yang terkenal ini, menurut Reed, adalah hasil penelitian yang tidak cermat oleh investigator independen. Dengan mengutip sumber yang tersedia secara umum, ia memperkirakan korban perang total dari pihak Yahudi berkisar 2,500,000 hingga 3,500,000 jiwa. Setelah penerbitan buku Far and Wide, nama Reed didaftarhitamkan seluruh penerbitan.

Pembunuhan orang Yahudi yang tidak bersalah atau yang bersalah adalah pelanggaran hukum terhadap kemanusiaan di seluruh dunia. Namun mengapa selama ini kita terus mengatakan 6 juta korban orang Yahudi. Bagaimana dengan korban lainnya?

Apa sebenarnya salah orang Arab sehingga dihukum dengan menjajah Palestina?

Bangsa Yahudi saat ini mengatakan Holocaust menyebabkan pemusnahan sistematis bangsa Yahudi dan walaupun fakta yang disebutkan penulis Eurea Anglman dalam buku Appearance of Jewish in Western World tahun 1944 mengatakan bahwa penyebab asli dari menurunnya populasi Yahudi di dunia bukan disebabkan pembantaian atau penyakit menular, tapi ternyata dikarenakan sifat khusus dalam masyarakat Yahudi. Karena penurunan jumlah orang Yahudi di dunia disebabkan kurangnya angka kelahiran – banyaknya angka kematian – dan merging (hilangnya identitas dan karakter diri) yang banyak.

  1. Merging meningkat karena banyak orang Yahudi yang menyembunyikan identitas asli mereka dengan mengatakan “bukan orang Yahudi”. Di Uni Soviet jumlah mereka mencapai 1,500,000 jiwa, dan ada ribuan lainnya yang pindah ke Amerika Serikat dengan sertifikat baptis dari Vatikan ketika Holocaust.
  2. Kawin campur juga dianggap sebagai alasan. Suami Yahudi menyembunyikan identitasnya untuk mengesankan istrinya, begitu pula sebaliknya. Kawin campur ini mencapai persentase 50% di AS dan di Uni Soviet 80%.
  3. Penurunan angka kelahiran mencapai 0.016, salah satu yang terkecil di dunia.

Sangatlah jelas bahwa alasan tersebut yang mengakibatkan penurunan populasi Yahudi. Mereka berjumlah 13,837,000 pada 1967 dan 12,988,600 di tahun 1982, jadi penurunan populasi sebesar satu juta jiwa tersebut tidak terdapat unsur-unsur pembantaian. Meskipun penurunan ini normal, populasi mereka saat ini berjumlah sekitar 13,092,000 jiwa. Jadi jumlah mereka masih dapat berubah-ubah dalam 25 tahun terakhir ini (sensus berasal dari institusi Yahudi modern yang berhubungan dengan universitas Yahudi).

Sumber: Holocaust: Fakta atau Fiksi? karya Stephane Downing dengan perubahan.

Apa yang sebenarnya terjadi di kamp pemusnahan Jerman? Tunggu saja artikel berikutnya.

19 Januari 2009 - Posted by | Politik |

3 Komentar »

  1. Ditunggu sambungannya ya!

    Komentar oleh James MT | 24 Januari 2010 | Balas

    • sudah saya buat, tinggal cari “Kebohongan Holocaust (3)”

      Komentar oleh Farras Octara | 25 Januari 2010 | Balas

  2. by agus jabon :

    semua orang oatut dii curigai

    jabon

    Komentar oleh jabon | 12 Agustus 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: