For Your Information

Let's make our world a better place.

I Still Call Australia Home

I Still Call Australia HomeBulan Agustus 2004, Qantas meluncurkan iklan komersial televisi terbaru, I Still Call Australia Home. Sekuel untuk komersial televisi tahun 2000 yang menampilkan anak-anak dari National Boys Choir dan The Australian Girls Choir menyanyikan lagu maskapai penerbangan ini, ‘I Still Call Australia Home’ karya Peter Allen, dengan latar belakang sejumlah tempat paling spektakuler di dunia.

Pembuatan film dilakukan di setiap negara bagian dan teritori di Australia, dari Cradle Mountain di Tasmania hingga Jabiru di Northern Territory. Finale-nya, dibuat di Whitehaven Beach di Queensland, menampilkan 500 anak yang membentuk kangguru Qantas. Hampir setengah dari mereka berasal dari sekolah-sekolah lokal.

I Still Call Australia HomeSejumlah destinasi internasional juga dikunjungi dari Queenstown di Selandia Baru hingga Kuil Poseidon di Yunani, dan dari Shoro di Kuil Ninnaji di Kyoto, Jepang hingga Lincoln Memorial di Washington DC, AS.

Fakta mengenai pembuatan film

  • Lima bulan untuk membuat film, dari Oktober 2003 hingga awal Maret 2004.
  • 169,561 kilometer dijelajahi. Berarti 4.25 kali keliling dunia!
  • 112,370 kaki atau 280 rol film digunakan
  • 656 kru produksi dari 9 negara
  • 245 jam pembuatan film

Galeri Foto & Di Balik Layar di: Qantas.com.au

I’ve been to cities that never close down,
from New York to Rome and old London town,
but no matter how far or how wide I roam,
I still call Australia home.

I’m always travelling, I love being free,
and so I keep leaving the sun and the sea,
but my heart lies waiting over the foam,
I still call Australia home.

All the sons and daughters spinning ’round the world,
away from their family and friends,
but as the world gets older and colder,
it’s good to know where your journey ends.

Someday we’ll all be together once more,
when all of the ships come back to the shore,
I’ll realise something I’ve always known,
I still call Australia, I still call Australia, I still call Australia home.

25 Februari 2009 - Posted by | Dunia, Geografi, Pariwisata, Transportasi | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: