For Your Information

Let's make our world a better place.

Kejahatan Dibalik Perdagangan Bulu Hewan Cina

99% masyarakat tidak mengetahui hal ini!

2,000,000 kucing dan anjing dikuliti hidup-hidup secara sadis setiap tahun di Cina demi mendapatkan bulu mereka dan dibiarkan mati perlahan dalam keadaan yang cukup menyakitkan dan menyedihkan.

Mengapa?
“Karena”, kata pengulit bulu hewan Cina: “Lebih murah dan mudah untuk menguliti hewan hidup yang masih hangat yang menyebabkan hewan tersebut sekarat daripada hewan yang sudah mati. Seluruh kulitnya mudah dilepaskan dan dalam bentuk utuh.”

Siapa yang membeli produk bulu hewan?
Kita. Orang-orang membeli perlengkapan, aksesoris, mainan dan suvenir yang dibuat dari bulu hewan. Anda pikir mereka memberi label “Bulu Anjing Labrador” atau “Bulu Kucing Siam”? Tentu tidak. Bulu hewan asli ini sengaja dipalsu-palsukan dan ditutup-tutupi.

 

Peringatan! Video berikut mungkin dapat membuat anda terkejut atau depresi.

Dikuliti hidup-hidup
Click To Enlarge
Ketika investigator dalam penyamaran berkunjung ke peternakan bulu Cina baru-baru ini, mereka menemukan banyak hewan yang masih hidup dan berjuang hidup ketika para pekerja melipat punggung mereka atau menggantungnya di kaki atau ekor untuk menguliti mereka. Ketika pekerja peternakan ini mulai memotong kulit dari kaki hewan tersebut, tungkai tak terikat tersebut mulai menendang-nendang dan menggeliat. Pekerja menginjak leher dan kepala hewan yang dengan keras berjuang hidup agar pemotongan semakin lancar.

Ketika bulu sudah dicabut dari kepala hewan, badan mereka yang telanjang dan bersimbah darah itu dilempar ke tumpukan mayat hewan yang telah mati sebelumnya. Sebagian diantaranya masih hidup, bernapas melenguh tergagap dan berkedip perlahan. Beberapa jantung hewan masih berdetak 5 hingga 10 menit setelah dikuliti. Seorang investigator merekam seekor rakun yang dikuliti di bagian kepalanya cukup kuat untuk mengangkat kepalanya yang berdarah dan menatap kamera.

Sebelum mereka dikuliti hidup-hidup, hewan diseret dari kandang mereka dan dibanting ke tanah; pekerja memukul mereka dengan batang besi atau menghantamkan mereka ke permukaan kasar, mengakibatkan tulang patah dan suara patahan tapi tidak selalu menyebabkan mati di tempat. Hewan menatap sekitarnya penuh harapan sementara pekerja mengumpulkan mereka.

Latar Belakang
Click To EnlargeInvestigator dalam penyamaran dari Swiss Animal Protection/EAST International baru-baru ini berkeliling ke peternakan bulu di Provinsi Hebei, Cina, dan menjadi semakin jelas mengapa orang luar dilarang berkunjung. Tidak ada hukum yang mengatur peternakan bulu di Cina—peternak dapat mengurung dan menyembelih hewan bila perlu—yang berarti hidup yang menyedihkan dan kematian kejam. Investigator menemukan horor dibalik bayangan terburuk mereka dan menyimpulkan, “Kondisi pada peternakan bulu Cina melecehkan standar kesejahteraan hewan yang paling mendasar. Di kehidupan dan kematian mereka yang tidak pernah diketahui, hewan-hewan ini telah diabaikan bahkan tidak ada satu perilaku baik pun terhadap mereka.”

Neraka Hidup
Di peternakan ini, rubah, cerpelai, kelinci, dan hewan lain berlarian dan menggigil di kandang kawat terbuka, dihujani terus menerus, malam yang begitu dingin, dan, pada satu waktu, matahari menyengat. Hewan ini, yang menjadi tak terkontrol karena perawatan kasar dan kurungan kejam dan tidak punya tempat untuk bersembunyi ketika melahirkan, biasanya membunuh bayi mereka setelah melahirkannya. Penyakit dan luka mulai meluas, dan hewan mengalami penyakit kejiwaan seperti menggigit tungkai mereka sendiri dan melemparkan diri berkali-kali ke pagar kurungan. 

Apakah ada tengkorak di kloset Anda?
Click To EnlargeGlobalisasi perdagangan bulu hewan telah menjadikannya mungkin untuk mengetahui dari mana produk bulu berasal. Kulit hewan berpindah-pindah dari pelelangan internasional dan dibeli dan disalurkan ke pabrik-pabrik di seluruh dunia, dan barang jadi biasanya diekspor. Cina menyuplai lebih dari setengah garmen bulu yang sudah jadi yang diimpor untuk dijual di Amerika Serikat. Bahkan bila label garmen bulu tersebut mengatakan dibuat di suatu negara Eropa, tapi hewan ini dibesarkan dan disembelih di suatu tempat—kemungkinan di sebuah peternakan bulu hewan Cina yang terbebas dari hukum. 

Karena asal bulu hewan tak dapat dilacak, siapapun yang mengenakan pakaian bulu apapun otomatis dapat disalahkan atas kondisi buruk di peternakan bulu hewan Cina. Satu-satunya cara untuk mencegah kekejaman yang sangat tak terbayangkan ini adalah tidak mengenakan pakaian bulu apapun.

Diterjemahkan dari:
animalsaviors.org
peta.org – A Shocking Look Inside Chinese Fur Farms

14 April 2009 - Posted by | Dunia, Politik | ,

14 Komentar »

  1. GW ANTI BGT AMA CHINA,MUSNAHKAN BANGSA CHINA DARI MUKA BUMI INI!!!!

    Komentar oleh Ikki | 10 Oktober 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: