For Your Information

Let's make our world a better place.

Home

“Kehidupan, suatu keajaiban di alam semesta, muncul sekitar 4 milyar tahun yang lalu. Dan kita, manusia, hanya 200.000 tahun yang lalu. Tetapi kita telah mengganggu keseimbangan yang sangat penting untuk kehidupan.”

Home opening title

Judul pembuka HOME.

HOME adalah sebuah pujian kepada keindahan Bumi dan harmoninya. Melalui lanskap 54 negara yang diambil dari udara, Yann Arthus-Bertrand membawa kita dalam sebuah perjalanan unik mengelilingi dunia, untuk merenungi dan memahaminya. Tetapi HOME lebih dari sekedar dokumenter beserta pesan, HOME adalah sebuah film yang sangat luar biasa dalam pandangannya. Setiap gambar yang ditampilkan memperlihatkan Bumi – Bumi kita – seperti yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Setiap gambar memperlihatkan harta Bumi yang kita hancurkan dan semua keindahan yang masih dapat dipertahankan. “Dari langit, sedikit penjelasannya”. Pandangan kita menjadi lebih mengerti, intuitif dan emosional. HOME memberikan dampak bagi setiap orang yang menyaksikannya. Film ini membangunkan kesadaran kita akan dibutuhkannya perubahan dalam cara kita melihat dunia. (HOME menyingkap masalah lingkungan besar yang sedang terjadi dan memperlihatkan kita bagaimana setiap makhluk hidup di Bumi saling terkait.)

Selama 200.000 tahun keberadaannya di Bumi, manusia telah mengganggu keseimbangan planet ini, yang telah dibangun melalui perubahan selama empat milyar tahun. Harga yang harus dibayar sangat tinggi, tapi sudah terlambat untuk jadi seorang pesimis: manusia punya sepuluh tahun untuk berubah, mulai sadar agar tidak berlebihan dalam mengeksploitasi kekayaan Bumi dan mengubah pola konsumsinya.

“Dan dalam 50 tahun terakhir, dalam satu kali kehidupan, Bumi telah berubah sangat drastis yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya sepanjang sejarah manusia.”

Home - Borneo

Pertanian sawit di Pulau Kalimantan.

Home-Dakar Senegal

Tempat pembuangan akhir di Dakar, Senegal.

Dengan memberikan kita gambar unik mengenai Bumi dan berbagi dengan kita impiannya dan masalahnya, Yann Arthus-Bertrand  mendirikan pondasi bagi dunia yang, bersama, harus kita bangun. Film HOME ditujukan untuk mengubah persepsi orang-orang, untuk membuat kita berpikir sebelum melakukan sesuatu dan memaksa kita untuk mengambil tindakan.

Kita memberikan kerusakan besar pada Bumi yang tidak bisa ditolaknya. Kita terlalu berlebihan mengkonsumsi dan mengurangi sumber daya Bumi. Dari udara, kita dapat dengan mudah melihat luka Bumi. HOME memberitahu kita situasi saat ini, dan mengatakan satu solusi ada di luar sana. Di film ini juga dikatakan “Sudah terlambat untuk menjadi seorang pesimis”. Kita telah mencapai puncaknya; keputusan penting harus dibuat untuk mengubah dunia. Setiap orang tahu apa yang dikatakan film ini, tapi tak ada yang mau mempercayainya. Sehingga HOME menambahkan pendapat organisasi lingkungan dimana kita membutuhkan pendekatan umum untuk mengubah gaya hidup konsumeris kita.

“Kesuksesan film ini tidak dihitung dari jumlah dolar atau euro yang didapat, tetapi dari jumlah orang yang telah menyaksikannya.”

Yann Arthus-Bertrand, sutradara HOME (Musée du Quai Branly, Paris, 5 Mei 2009)

5 May 2009 Paris

Laurent Clauquin (Wakil Presiden Senior CSR PPR), François-Henri Pinault (CEO PPR), Yann Arthus-Bertrand (Sutradara HOME), Luc Besson (Distributor) pada konferensi pers HOME di Musée du Quai Branly, Paris, 5 Mei 2008.

Lebih dari sekedar film, HOME akan menjadi sebuah acara besar di seluruh dunia: untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah film akan dirilis pada hari yang sama di lebih dari 50 negara.

5 Juni 2009, Hari Lingkungan Dunia telah dipilih sebagai tanggal simbolis untuk rilis film ini secara serentak, dan gratis, dalam setiap format: bioskop, TV, DVD dan Internet. Tujuan sutradara Yann Arthus-Bertrand, distributor Luc Besson dan François-Henri Pinault, ketua dan CEO PPR, sponsor resmi film ini, adalah untuk mencapai jumlah penonton sebanyak mungkin, dan meyakinkan kita akan tanggung jawab masing-masing dan bersama untuk planet ini.

“Kami (PPR) tidak akan berhenti mengkonsumsi, tapi setidaknya kami harus melakukannya dengan cara yang berbeda.”

François-Henri Pinault, CEO PPR (Musée du Quai Branly, Paris, 5 Mei 2009)

5 Juni 2009 - Posted by | Amerika Serikat, Dunia, Geografi, Pariwisata, Perancis, Politik, Uni Emirat Arab | , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Save our planet – our HOME

    Komentar oleh iqbal | 12 Juni 2009 | Balas

  2. Kirain apaan… Padahal film to…!

    Komentar oleh Ale... | 4 Agustus 2009 | Balas

    • iya, filem, direkam dari helikopter

      Komentar oleh Farras Octara | 4 Agustus 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: