For Your Information

Let's make our world a better place.

Manhattanhenge

Sebuah fenomena unik di New York City, biasa disebut Manhattanhenge, yaitu ketika sinar matahari terletak segaris lurus dengan satu jalan yang dijajari pencakar langit New York. Peristiwa ini terjadi dua kali setahun dalam dua hari berturut-turut.

nycsunset_tyson

Matahari terbenam segaris dengan 34th Street, NYC.

Manhattanhenge hanya berlaku pada jalan-jalan yang mengikuti Commissioners Plan tahun 1811, yang jalannya 28.9 derajat melenceng dari poros timur-barat yang asli.

un-manhattanhenge

34th Street selama Manhattanhenge, dengan Markas Besar PBB di bagian depan dan Empire State Building di bagian belakang.

Apa yang akan dipikirkan masyarakat masa depan tentang Pulau Manhattan ketika mereka menggalinya dan menemukan sejaringan jalan yang sangat rapi penataannya? Tentunya pola ini memiliki kesamaan astronomis, sebagaimana yang kita temukan pada batu besar Stonehenge, di Salisbury Plain di Inggris. Untuk Stonehenge, hari spesialnya ialah titik balik matahari musim panas, ketika Matahari terbit segaris dengan beberapa batu, yang menandakan perubahan musim.

Untuk Manhattan, sebuah tempat di mana sore lebih penting daripada pagi, hari spesialnya terjadi hari Sabtu, 30 Mei 2009, satu dari dua kesempatan ketika Matahari segaris dengan jalan-jalan di Manhattan, yang menyinari setiap jalan lintas tunggal selama 15 menit. Hari lainnya adalah Minggu, 12 Juli 2009. Dua hari ini memberikan Anda pemandangan fotogenik dengan setengah Matahari di atas dan setengah Matahari di bawah cakrawala. Hari setelah 30 Mei (Minggu, 31 Mei 2009), dan hari sebelum 12 Juli (Sabtu, 11 Juli 2009) juga memberikan Anda momen-momen Manhattanhenge, tapi Anda akan melihat seluruh Matahari berada di cakrawala.

nyc street grid

Tata jalan di New York City (tampak bentangan 34th Street tengah). Sumber: Google Maps (klik gambar untuk versi besar)

Sebagaimana yang Anda ketahui, tata jalan Manhattan telah diatur sedemikian rupa dengan jalur utara-selatan, kemudian hari Manhattanhenge berada pada equinox musim semi dan musim gugur, yaitu dua hari di kalender ketika Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Tapi tata jalan Manhattan berputar 30 derajat ke timur dari titik utara geografis, sehingga memindah-mindahkan hari Manhattanhenge di sepanjang kalender.

Perlu diketahui bahwa setiap kota yang dilintasi oleh tata jalan persegi dapat menetapkan hari-hari di mana Matahari tenggelam segaris dengan jalan-jalan mereka. Tapi di berbagai kota di seluruh dunia, tampaknya mereka kurang ideal untuk fenomena ini. Selain tata jalan yang pas, Anda juga butuh pemandangan yang jelas ke cakrawala, sebagaimana di New Jersey. Dan bangunan tinggi yang berjajar di pinggir jalan dapat membentuk sejenis jalur bata dan besi sebagai bingkai Matahari tenggelam, sehingga menghasilkan kesempatan fotografi yang terbuka lebar.

Manhattanhengecollage

Pemandangan matahari terbenam di salah satu jalan di New York City.

Memang benar, sejumlah kotamadya di Amerika Serikat memiliki jalan yang dinamai setelah Matahari (Sun), seperti Sunrise Highway di Long Island dan Sunset Strip di Los Angeles. Tapi jalan-jalan ini tidak lurus secara sempurna. Dan beberapa waktu dalam setahun ketika Matahari segaris dengan salah satu bentangan jalan mereka, maka yang Anda dapatkan adalah sinar matahari yang secara sementara membuat silau para pengemudi.

Jadi, Manhattanhenge adalah fenomena perkotaan yang unik di dunia, bukan alam semesta.

Mau lihat detik-detik terjadinya? Saksikan video berikut:

Sumber tulisan: Neil deGrasse Tyson
Sumber video: Rocketboom

10 Oktober 2009 - Posted by | Amerika Serikat, Geografi, Pariwisata, Unik | , , , , , ,

6 Komentar »

  1. Kreeeeewn.~..~..~..~..~..~..~..~..~..~..~..~..~..~..~.

    Komentar oleh Maek...Sss | 5 November 2009 | Balas

  2. wizz
    indah yoo

    Komentar oleh Merubinsu | 7 November 2009 | Balas

  3. wuis.berarti disana datar ya…sinar matahari lebih lama dibanding kita yang terhalang gunung

    Komentar oleh Budi | 28 Desember 2009 | Balas

    • jalan di NYC ada yang datar, ada yang naik turun
      kebetulan saja ada yang sejajar

      Komentar oleh Farras Octara | 29 Desember 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: